Insights
Southeast Asia Outlook 2026
Southeast Asia Outlook 2026 – Pertumbuhan di Tengah Perubahan Global
Kini memasuki edisi keempat, Southeast Asia Outlook 2026 dari Cushman & Wakefield mengeksplorasi tren ekonomi dan properti di Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina, dengan fokus khusus pada pasar properti Singapura.
Meskipun terdapat ketidakpastian perdagangan global, Asia Tenggara tetap menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, tumbuh sebesar 4,8% pada 2025 dan diproyeksikan meningkat 4,3% pada 2026.
Konsumsi domestik yang kuat, inflasi yang menurun, dan suku bunga yang moderat terus mendukung pertumbuhan regional. Faktor struktural—termasuk diversifikasi rantai pasok, meningkatnya urbanisasi, dan investasi asing langsung yang berkelanjutan—menguatkan potensi jangka panjang properti di Asia Tenggara.
Stable Growth Backed by Domestic Demand
Indonesia’s economy is projected to grow 4.6% in 2026, supported by strong domestic consumption, infrastructure investment and moderating inflation
Lower interest rates and a stable currency outlook are expected to improve financing conditions, reinforcing investor confidence across real estate sectors.
Pertumbuhan Stabil Didukung Permintaan Domestik
Ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 4,6% pada 2026, didukung oleh konsumsi domestik yang solid, investasi infrastruktur, dan inflasi yang terkendali.
Suku bunga yang lebih rendah dan prospek nilai tukar yang stabil diperkirakan akan memperbaiki kondisi pembiayaan, memperkuat kepercayaan investor di berbagai sektor properti.
Outlook Pasar Properti Indonesia 2026
- Perkantoran: Dengan pasokan baru yang terbatas di CBD Jakarta, tingkat hunian diperkirakan akan meningkat seiring meningkatnya kepercayaan bisnis.
- Ritel: Penataan ulang mal dan permintaan F&B yang stabil membantu menstabilkan tingkat sewa di lokasi dengan tingkat kunjungan tinggi.
- Industri & Logistik: Permintaan yang kuat dari sektor manufaktur dan investor asing terus mendukung pasar logistik di Greater Jakarta.
- Perumahan Tapak: Insentif pemerintah dan peningkatan infrastruktur menjaga permintaan rumah tapak di koridor-koridor yang sudah berkembang.
Pasar domestik Indonesia yang besar dan ekspansi infrastruktur menempatkan negara ini sebagai salah satu penerima manfaat utama dari pertumbuhan jangka panjang Asia Tenggara.